| |
|
|
|
|
|
|
|
Written by AztOinsani
|
|
Monday, 09 June 2008 |
|
|
|
Last Updated ( Tuesday, 10 June 2008 )
|
|
|
Written by AztOinsani
|
|
Friday, 06 June 2008 |
DEPOK, WARTA KOTA--Pembangunan fisik jalan
tol Cinere-Jagorawi (Cijago) belum dimulai. Namun perkiraan biaya jalan
tol sepanjang 14.7 km itu sudah membengkak dari Rp 1,7 triliun jadi Rp
2 triliun. Sebanyak Rp 845 miliar untuk pembebasan lahan.
"Sebelumnya biaya tol Cinere-Jagorawi menelan biaya Rp1,7 triliun,
namun karena ada kenaikan BBM pada tahun 2005 maka biaya naik menjadi
Rp 2 triliun," kata Direktur PT Translingkar Kita Jaya, Sinung Hardjo,
investor tol Cijago. Pernyataan itu disampaikan Sinung usai menghadiri
penandatangan surat penetapan lokasi pembangunan (SPLP) di Balaikota
Depok, Rabu (6/9).
Sinung mengatakan, pihaknya akan mengelola jalan tol tersebut selama
35 tahun, terhitung mulai penandatangan pengusahaan jalan tol 29 Mei
2006. PT Translingkar Kita Jaya mempunyai tiga tugas pokok yaitu
menyediakan dana investasi, melakukan desain konstruksi, dan
pembangunan konstruksi. "Pembangunan jalan tol tersebut akan selesai
pada tahun 2009," katanya.
Walikota Depok yang merangkap Ketua Panitia Pembebasan Tanah (PST)
Nur Mahmudi Isma’il menegaskan, proses pembebasan lahan Tol Cijago akan
didasarkan Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) tahun 2006. Jika tidak terjadi
kesepakatan dalam musyawarah antara P2T dengan pemilik lahan, maka P2T
akan menggunakan tim penaksir harga independen. Namun demikian, Nur
Mahmudi menegaskan, pihaknya akan mengutamakan musyawarah dengan
mengutamakan pada prinsip ganti untung. "Kita tidak akan kerjain
(rakyat). Jangan sampai terjadi pengemplangan," kata Nur Mahmudi.
Pembangunan ruas tol sepanjang 14,7 km dan selebar 50 meter akan
dikerjakan konsorsium di bawah bendera PT Translingkar Kita Jaya
(terdiri dari PT Transindo Karya Investment, PT Waskita Karya, PT Jalan
Tol Lingkar Luar Jakarta, dan PT Kopnatel).
|
|
Read more...
|
|
|
Written by AztOinsani
|
|
Friday, 06 June 2008 |
DEPOK,
KOMPAS - Penentu akhir pembayaran ganti rugi proyek pembangunan jalan
tol Cinere-Jagorawi adalah musyawarah warga, setelah Nilai Jual Obyek
Pajak (NJOP) terakhir dan penilaian Tim Penaksir Harga Independen
dipelajari.
Demikian ditegaskan Ketua Panitia Pengadaan Tanah (P2T) Depok Nur
Mahmudi Ismail yang juga Wali Kota Depok dalam acara sosialisasi
rencana pembangunan jalan tol Cinere-Jagorawi di kantor Kecamatan
Cimanggis, Depok, Rabu (8/11). Hadir Ketua Tim Pengadaan Tanah (TPT)
Departemen PU Chairal Yandi dan Camat Cimanggis Lutfi Fauzi.
Nur Mahmudi meyakinkan warga Depok bahwa proyek tol ini tidak akan
menyengsarakan rakyat. Karena itu, pembayaran ganti rugi tidak boleh
merugikan masyarakat. Pembebasan lahan akan dimulai dari Kecamatan
Cimanggis dan Limo.
|
|
Read more...
|
|
|
Written by AztOinsani
|
|
Sunday, 01 June 2008 |
|
1.
Lokasi:
Meski sama-sama di Depok soal lokasi sangat penting. Lokasi
yang tentu saja berkaitan dengan akses ke tempat Anda bekerja. Misal
jika kantor di sekitar Palmerah maka mencari rumah di Limo dan Sawangan
lebih tepat dibanding Cimanggis.
2. Transportasi:
Pikirkan memilih
transportasi dengan kereta rel listrik (KRL). Selain lebih nyaman
pilihan KRL baik ekonomi maupun AC di Depok tersedia cukup banyak.
Artinya jika KRL akan jadi pilihan utama, pertimbangkan perumahan yang
hanya sekali jalan dari Stasiun Depok Baru, Stasiun Depok Lama, atau
Stasiun Pondokcina.
3. Harga:
Meski harga perumahan di Depok kini
didominasi rumah kelas menengah seharga Rp 150 juta ke atas, namun
beberapa pengembang masih menyediakan rumah seharga Rp 100 juta ke
bawah. Namun biasanya lokasinya lebih jauh dari jalan raya misalnya
perumahan Bumi Sawangan Indah (BSI) yang berlokasi di belakang
perumahan Bukit Rivaria.
4. Fasos-fasum:
Setiap pengembang wajib
menyediakan fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos). Lihat
dan tanyakan soal ini ke pengembang karena sangat penting bagi
kehidupan sosialisasi keluarga Anda. Pengembang yang bagus biasanya
menyediakan lapangan terbuka, tempat beribadah hingga sport club.
Jangan lupa juga soal pembuangan sampah, apakah lancar atau tidak.
5.
Spesifikasi bangunan:
Dalam setiap brosur penawaran, biasanya
tercantum spesifikasi bangunan. Model bangunan rumah minimalis modern
sekarang ini sedang tren di Depok. Namun tak ada salahnya menanyakan
secara mendetail material dan merek bahan bangunan yang akan digunakan.
|
|
Last Updated ( Sunday, 01 June 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Written by AztOinsani
|
|
Sunday, 01 June 2008 |
|
INFRASTRUKTUR
jalan di Kota Depok belakangan memburuk. Namun hal itu tak mengganggu
gairah bisnis properti di kawasan ini. Salah satu pemicu gairah itu
adalah rencana pembangunan dua jalan tol di Depok.
"Sawo Mateng Realty pada pembangunan tahap pertama dalam tempo satu
tahun kami mampu menjual 100 unit rumah. Tetapi pada tahap kedua, dalam
tempo dua tahun kami hanya mampu menjual 60-an unit rumah," kata Petrus
Rusdiyana saat ditemui di kantor proyek Sawo Griya Kencana di Jalan
Arta Yasa, Limo, Kota Depok, belum lama ini.
Menurut Petrus
Rusdiyana, bagi pengembang seperti Sawo Mateng Realty, adanya rencana
pembangunan dua jalan tol yang melintas di Kota Depok akan sangat
membantu para pengembang dalam menjalankan usahanya. "Hanya jalan tol
yang bisa kami harapkan. Harapan kami jalan tol benar-benar dibangun,"
kata Rusdiyana seraya mengatakan pihaknya akan mengembangkan kompleks
perumahan dengan konsep town house karena sulitnya mencari lahan yang
luas di kawasan Kota Depok.
Lain halnya dengan Sawo Griya Kencana, munculnya perumahan baru Cinere Insani Residence, membawa angin segar bagi peminat property disekitar cinere - limo, pasalnya perumahan ini adalah "Perumahan Pertama dan satu-satunya perumahan yang menawarkan Konsep Perumahan Muslim" di sepanjang jalur Sawangan - Limo - Cinere, kata Ibu Ani Direktur sekaligus Owner Cinere Insani Residence.
"Perumahan kami menawarkan kenyamanan hunian dan kemudahan akses pagi para penghuninya, hal ini dibuktikan dengan posisi perumahan yang tepat di tepi jalan utama Cinere Limo Raya dan didukung oleh jarak yang sangat dekat dengan masjid Kubah Mas yang akan menjadi icon utama Wisata Kota Depok nantinya" imbuhnya.
Ditambahkan pula, dilihat dari ritme penjualan yang hampir menembus angka 50% dari total unit yang kami tawarkan hanya dalam waktu kurang dari 2 bulan pemasaran, "itu membuktikan bahwa peminat property dikawasan ini terus meningkat dari waktu ke waktu" kata Ibu yang menamatkan studinya di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.
Pemerintah kota
Depok sesungguhnya merencanakan pelebaran jalan dari Cinere sampai Parung
Bingung. Menurut rencana, tahun 2008, Pemkot Depok
akan melebarkan jalan mulai dari Polsektro Limo sampai Universitas
Pembangunan Nasional (UPN) sepanjang satu kilometer saja. Sementara
pembangunan fisik baru bisa tahun berikutnya.
Adapun dua
jalan tol itu, yakni Jalan Tol Cienere-Jagorawi (Cijago) dan
Depok-Antasari (Desari) kini mulai tahap pemetaan dan pembebasan.
Khusus Jalan Tol Cijago sudah 555 bidang lahan atau sekitar 122.572
meter persegi yang sudah di bebaskan di wilayah Cimanggis. Nilainya Rp
212,7 miliar.
Gairah dimana-mana
Daya tarik rencana pembangunan jalan tol juga disampaikan pengembang
yang lain, Sebut saja Alwi Alatas yang membawa bendera PT
Qiertosh Buana Pratama. Pengusaha muda ini nekat menanamkan modal di
kawasan Limo mengembangkan kompleks perumahan Pesona Cinere Residence
setelah memastikan adanya rencana pembangunan dua jalan tol di Kota
Depok.
|
|
Last Updated ( Tuesday, 10 June 2008 )
|
|
Read more...
|
|
| | Pesan Sekarang Juga!
|
|
|
| |
CINERE INSANI RESIDENCE
|
|
|
GRIYA INSANI KUKUSAN
|
|
|
|
|